
Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan sebuah rumah warga di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan berat pada bagian atap. Akibat kondisi bangunan yang tidak lagi aman untuk ditempati, penghuni rumah terpaksa mengungsi ke kediaman kerabatnya sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyatakan peristiwa tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang berlangsung cukup lama disertai embusan angin kencang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdani menjelaskan kerusakan terpusat pada bagian atap rumah yang jebol sehingga bangunan tidak lagi layak dihuni. Tim BPBD bersama aparat setempat telah melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi kejadian.
Rumah yang terdampak diketahui dihuni seorang warga bernama Ucan. Meski mengalami kerusakan berat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Demi alasan keselamatan, penghuni memilih mengungsi ke rumah saudaranya hingga kondisi bangunan diperbaiki. BPBD memastikan kebutuhan dasar korban menjadi perhatian selama masa tanggap darurat berlangsung.
Hasil pemeriksaan di lapangan juga menunjukkan kondisi struktur bangunan yang telah lapuk menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak angin kencang. Material atap dinilai tidak lagi mampu menahan terpaan cuaca ekstrem sehingga mengalami kerusakan ketika hujan lebat melanda kawasan tersebut. BPBD mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik rumah dengan kondisi bangunan yang sudah tua, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian cuaca ekstrem yang melanda wilayah Ciampea dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di kecamatan yang sama. BPBD menilai tingginya intensitas hujan serta kondisi sebagian bangunan yang telah menua menjadi kombinasi yang meningkatkan risiko kerusakan ketika cuaca buruk terjadi.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan. BPBD mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan saat cuaca ekstrem berlangsung. Selain itu, masyarakat diminta tetap memantau informasi cuaca dan mengurangi aktivitas di sekitar pohon besar maupun bangunan yang kondisinya sudah rapuh guna meminimalkan risiko saat hujan dan angin kencang kembali terjadi.


