Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini mengapresiasi tiga inovasi pelayanan publik Indonesia yang memperoleh pengakuan dalam ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 di Tbilisi, Georgia. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan instansi pemerintah Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat internasional.
Tiga inovasi yang memperoleh penghargaan berasal dari Pemerintah Kota Parepare, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi. Inovasi Berdaya Srikandi untuk Srikandi berhasil menjadi pemenang pada kategori Gender-responsive Public Services, sedangkan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan MAGMA Indonesia memperoleh predikat Honourable Mention pada kategori berbeda.
Rini menilai penghargaan tersebut bukan sekadar prestasi masing-masing instansi, melainkan bukti bahwa pelayanan publik di Indonesia terus berkembang melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program agar inovasi tidak berhenti setelah menerima penghargaan, tetapi terus dikembangkan dan diperluas penerapannya di berbagai daerah.
Menurut Kementerian PAN-RB, pengalaman dari ketiga inovasi tersebut dapat menjadi rujukan nasional dalam memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas layanan publik. Dokumentasi, replikasi, serta kolaborasi antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci agar praktik baik tersebut dapat diterapkan lebih luas. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan evaluasi berkala juga diperlukan agar inovasi tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
UNPSA merupakan penghargaan internasional yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan apresiasi kepada inovasi pelayanan publik terbaik dari berbagai negara. Pemerintah berharap keberhasilan Indonesia pada ajang tahun ini menjadi momentum memperkuat ekosistem inovasi pelayanan publik yang lebih inklusif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan semakin banyak praktik baik yang direplikasi, kualitas pelayanan publik nasional diharapkan terus meningkat dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

