Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai memberikan dampak ekonomi yang positif terhadap daerah. Menurutnya, program nasional tersebut turut berkontribusi meningkatkan aktivitas ekonomi lokal yang pada akhirnya berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Agung menjelaskan, pelaksanaan MBG di Pekanbaru melibatkan berbagai pelaku usaha lokal, mulai dari petani, peternak, pemasok bahan pangan, hingga pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut. Keterlibatan berbagai sektor itu menciptakan perputaran ekonomi baru yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, semakin banyak kebutuhan bahan baku yang diserap untuk mendukung pelaksanaan MBG, semakin besar pula peluang usaha yang terbuka bagi pelaku ekonomi daerah. Kondisi tersebut mendorong peningkatan transaksi perdagangan dan aktivitas usaha yang menjadi salah satu sumber penerimaan daerah.
Program MBG selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat yang dijalankan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Selain bertujuan memperbaiki kualitas gizi masyarakat, program ini juga dirancang untuk menciptakan efek berganda bagi sektor ekonomi lokal melalui penggunaan produk dan bahan baku dari daerah setempat.
Pemerintah Kota Pekanbaru melihat peluang tersebut sebagai momentum untuk memperkuat sektor usaha kecil dan menengah. Dengan meningkatnya permintaan bahan pangan dan jasa pendukung, banyak pelaku usaha memperoleh kesempatan memperluas produksi serta meningkatkan pendapatan mereka.
Agung menambahkan bahwa manfaat ekonomi dari program MBG tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Jika pelaksanaannya berlangsung konsisten, program tersebut berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang lebih berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sejumlah pemerintah daerah juga mulai melihat program MBG sebagai instrumen yang mampu menghubungkan kebijakan sosial dengan penguatan ekonomi lokal. Melalui pengadaan bahan baku dari daerah sendiri, manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pemerintah berharap pelaksanaan MBG ke depan tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang mampu memperkuat ketahanan daerah serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat setempat.

