China resmi memperkenalkan standar keselamatan nasional wajib pertama untuk kendaraan otonom canggih. Kebijakan ini menjadi langkah penting dalam mempercepat penerapan komersial teknologi kendaraan tanpa pengemudi. Regulasi baru yang diumumkan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) tersebut akan mulai berlaku pada Juli tahun depan.
Berdasarkan laporan media pemerintah, standar baru ini menetapkan persyaratan keselamatan yang komprehensif bagi sistem mengemudi otomatis pada kendaraan pintar yang saling terhubung (intelligent connected vehicles). Aturan tersebut dirancang untuk memastikan seluruh produsen memenuhi standar teknis dan operasional yang ketat sebelum fitur mengemudi otonom Level 3 dan Level 4 dioperasikan di jalan umum.
Dalam regulasi tersebut, produsen kendaraan diwajibkan membangun sistem manajemen keselamatan yang mencakup seluruh siklus hidup kendaraan otonom. Persyaratan tersebut meliputi tahap perancangan kendaraan, pengembangan perangkat lunak, proses produksi, implementasi, hingga pengawasan operasional setelah kendaraan digunakan oleh masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga diwajibkan menerapkan sistem manajemen risiko yang menyeluruh. Sebelum fitur mengemudi otonom diaktifkan, produsen harus menyelesaikan berbagai tahapan validasi, mulai dari simulasi komputer, pengujian di lintasan tertutup, hingga uji coba di jalan raya guna memastikan kinerja sistem dan tingkat keamanannya.
Langkah China ini dilakukan di tengah semakin cepatnya pengembangan teknologi kendaraan tanpa pengemudi oleh produsen otomotif dan perusahaan teknologi global. Negara tersebut kini menjadi salah satu pasar terbesar bagi mobilitas otonom berkat dukungan kebijakan pemerintah dan pengembangan infrastruktur transportasi pintar yang terus berkembang.
Pada 2025, otoritas China telah memberikan izin akses pasar bersyarat kepada dua model kendaraan otonom Level 3. Keputusan tersebut menjadi tonggak penting menuju penerapan komersial kendaraan tanpa pengemudi secara lebih luas.
Melalui standar terbaru ini, kendaraan dengan sistem otomatisasi Level 3 diwajibkan mampu terus memantau kesiapan pengemudi untuk mengambil alih kendali setiap kali sistem meminta intervensi manusia.
Produsen juga diwajibkan memberikan informasi yang jelas dan transparan mengenai kemampuan sistem otomatisasi pada setiap kendaraan. Informasi tersebut harus mencakup batasan operasional, ruang lingkup kemampuan sistem, tanggung jawab pengemudi, serta prosedur keselamatan melalui buku panduan pengguna, situs resmi perusahaan, maupun layar informasi di dalam kendaraan.
Pemerintah China menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan wajib ini bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi kendaraan otonom sekaligus menciptakan kerangka regulasi yang seragam bagi salah satu sektor industri otomotif dengan pertumbuhan tercepat saat ini.


