Kegubernuran Yerusalem Palestina memperingatkan dugaan upaya Israel untuk menciptakan โrealitas keagamaan Yahudi baruโ di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki. Peringatan tersebut disampaikan setelah sejumlah ritual dan kegiatan ibadah Yahudi dilaporkan semakin sering dilakukan di kawasan tersebut.
Menurut Kegubernuran Yerusalem, kegiatan tersebut berlangsung di Pemakaman Bab al-Rahma yang berada di sepanjang tembok timur kompleks Al-Aqsa. Otoritas Palestina menilai intensitas ritual dalam beberapa pekan terakhir telah melampaui kegiatan musiman yang biasanya berkaitan dengan perayaan keagamaan Yahudi.
Kegubernuran menyatakan perkembangan tersebut berpotensi mendorong perubahan fungsi kawasan menjadi tempat ibadah Yahudi. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (14/9) sebagai bentuk kekhawatiran terhadap kondisi keagamaan dan status quo di sekitar situs suci tersebut.
Pihak Kegubernuran Yerusalem juga mengatakan telah memantau aktivitas sejumlah kelompok yang disebut sebagai โKelompok Bait Suciโ di media sosial. Pemantauan tersebut mencakup keberadaan grup WhatsApp bernama โPintu Rahmat, terbukalah bagi kamiโ yang dinilai mempromosikan narasi keagamaan Yahudi terkait kawasan timur kompleks Al-Aqsa.
Menurut otoritas Palestina, narasi yang disebarkan kelompok tersebut memberikan makna kesucian dan kepentingan khusus terhadap bagian timur tembok Al-Aqsa, terutama kawasan Bab al-Rahma.
โKelompok Bait Suciโ merupakan sebutan bagi sejumlah organisasi dan gerakan nasionalis serta keagamaan Yahudi yang memiliki agenda terkait Yerusalem, khususnya kompleks Masjid Al-Aqsa. Sebagian kelompok tersebut menyerukan pembangunan kuil Yahudi yang mereka klaim berada di lokasi kompleks tersebut.
Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Setiap perubahan terhadap aktivitas keagamaan maupun pengaturan akses di kawasan tersebut kerap memicu ketegangan dan mendapat perhatian luas.
Kegubernuran Yerusalem menilai perkembangan ritual di kawasan Bab al-Rahma perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi tatanan keagamaan yang telah berlangsung di sekitar kompleks Al-Aqsa.
Peringatan tersebut kembali menunjukkan tingginya sensitivitas situasi di Yerusalem, khususnya terkait aktivitas keagamaan di sekitar Masjid Al-Aqsa dan kawasan tembok timurnya.



