Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan dukungan terhadap operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Dukungan dilakukan melalui penguatan kualitas telekomunikasi di sekitar wilayah pencarian.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang berlangsung ketika rombongan tersebut hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Senin. Setelah speedboat berangkat, komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus.
Kelima jurnalis yang masih dalam pencarian tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.
Meutya mengatakan Kemkomdigi terus berkoordinasi dengan Basarnas sebagai otoritas pencarian dan pertolongan. Koordinasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya untuk mendukung operasi SAR dan memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat.
Dari sisi komunikasi digital, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk memastikan kebutuhan konektivitas di wilayah operasi dapat terpenuhi. Evaluasi dukungan jaringan akan dilakukan mengikuti perkembangan pencarian di lapangan.
Meutya juga mengingatkan insan pers dan masyarakat agar memperhatikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di kawasan yang memiliki potensi bahaya. Batas aman, kondisi cuaca, situasi laut, serta aktivitas vulkanik perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan kegiatan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Di tengah proses pencarian, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Dugaan mengenai kondisi korban, lokasi rombongan, maupun perkembangan operasi SAR sebaiknya tidak disampaikan sebagai fakta sebelum mendapat konfirmasi dari otoritas.
Kemkomdigi juga mengimbau masyarakat mengacu pada informasi dari Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga resmi lainnya. Penyebaran hoaks atau spekulasi dinilai dapat menimbulkan kepanikan sekaligus mengganggu proses penanganan.
Pemerintah berharap masyarakat memberikan dukungan kepada keluarga dan tim SAR agar operasi pencarian dapat berlangsung dengan tenang. Kemkomdigi menyatakan akan terus memantau perkembangan informasi di ruang digital dan berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pihak terkait.

