Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Jakarta. Kerja sama ini menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan peran keluarga dan institusi pendidikan.
Wihaji menegaskan pembangunan generasi unggul tidak dapat dilakukan hanya melalui sekolah, tetapi harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk karakter, nilai, dan kebiasaan anak sejak dini.
Perkuat Peran Keluarga dan Sekolah
Menurut Wihaji, keluarga memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas generasi muda. Sementara itu, sekolah menjadi ruang untuk memperkuat pembentukan karakter, kompetensi, serta kemampuan akademik peserta didik.
Ia menilai banyak program antara Kemendukbangga dan Kemendikdasmen yang saling berkaitan sehingga perlu diintegrasikan agar memberikan dampak yang lebih luas terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap generasi Alpha, yang saat ini sebagian besar masih berada di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penguatan kemampuan fisik, mental, dan keterampilan dinilai menjadi faktor penting agar mereka mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial di masa depan.
Terapkan Lima Pilar Sekolah Siaga Kependudukan
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, kedua kementerian akan mengimplementasikan konsep Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) melalui lima strategi utama.
Program tersebut meliputi integrasi materi kependudukan ke dalam mata pelajaran reguler, pembentukan Pojok Kependudukan di sekolah, penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dengan pendidik serta konselor sebaya yang telah mendapatkan pelatihan, pengintegrasian isu kependudukan dalam kegiatan kepramukaan, serta penyediaan layanan pengembangan diri berupa asesmen bakat, perlindungan kesehatan mental, dan pelatihan industri digital.
Selain itu, kedua kementerian juga sepakat meningkatkan kapasitas guru dan tenaga pendidik agar mampu mendampingi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, sosial, maupun perkembangan teknologi.
Kolaborasi Siapkan SDM Unggul
Wihaji menjelaskan implementasi nota kesepahaman akan dilanjutkan melalui koordinasi di tingkat teknis sehingga setiap direktorat dapat menjalankan program sesuai bidang masing-masing.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa berbagai unit kerja di kedua kementerian akan mengembangkan program kolaboratif yang mencakup penguatan pendidikan keluarga, peningkatan kompetensi guru, serta pendampingan remaja agar lebih siap menghadapi dinamika kehidupan modern.
Melalui sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, pemerintah optimistis dapat menciptakan generasi yang sehat secara fisik dan mental, memiliki karakter yang kuat, cerdas, serta mampu bersaing di tingkat global. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul yang akan membawa Indonesia menuju target Indonesia Emas 2045.


