Amerika Serikat (AS) dan Inggris dilaporkan tengah mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi di London pada pekan depan untuk membahas kemungkinan pembentukan koalisi internasional yang bertugas melindungi jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Laporan tersebut pertama kali disampaikan oleh media Amerika Serikat, Axios, pada Jumat (24/7/2026), yang mengutip dua diplomat Eropa yang mengetahui pembahasan tersebut.
Menurut laporan itu, agenda dan jadwal pasti pertemuan masih dalam tahap finalisasi sehingga belum diumumkan secara resmi.
Libatkan Pejabat Barat dan Timur Tengah
Axios melaporkan bahwa pertemuan tersebut berpotensi mempertemukan para menteri pertahanan dan komandan militer tertinggi dari sejumlah negara Barat maupun Timur Tengah.
Forum tersebut disebut akan membahas langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz yang memiliki peran penting dalam distribusi minyak dan gas dunia.
Pembentukan koalisi keamanan dinilai sebagai salah satu opsi untuk menjaga kelancaran arus perdagangan global sekaligus mengurangi risiko gangguan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut.
Selat Hormuz Dinilai Strategis
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan energi global karena menjadi rute utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar internasional.
Dalam laporan Axios disebutkan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran secara aman dipandang sebagai bagian penting dari strategi Amerika Serikat dalam meredakan konflik dengan Iran dan menjaga stabilitas kawasan.
Situasi Keamanan Masih Dipantau
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tidak ada serangan terhadap kapal-kapal komersial selama empat hari terakhir di kawasan Selat Hormuz.
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat yang dikutip Axios menyatakan bahwa kemampuan militer Iran di sekitar selat tersebut telah banyak berkurang setelah serangan militer yang dilakukan AS.
Namun demikian, sejumlah pejabat lain menilai Iran masih memiliki kapasitas untuk melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang beroperasi di kawasan tersebut apabila situasi kembali memanas.
Fokus pada Stabilitas Jalur Perdagangan
Rencana pembentukan koalisi internasional menunjukkan meningkatnya perhatian berbagai negara terhadap keamanan Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik Timur Tengah.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Inggris mengenai waktu pelaksanaan maupun peserta yang akan menghadiri pertemuan tersebut. Namun, pembahasan mengenai perlindungan jalur pelayaran diperkirakan akan menjadi salah satu agenda utama di tengah upaya menjaga stabilitas perdagangan dan pasokan energi global.


