Digital Realty Bersama (DRB) menunjuk Raymond Yan sebagai President Director untuk memimpin strategi, pengembangan bisnis, dan pertumbuhan perusahaan di Indonesia. Penunjukan tersebut diumumkan pada Kamis dan dilakukan ketika kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data serta konektivitas digital terus berkembang.
Raymond akan bertanggung jawab mengarahkan strategi dan operasional perusahaan, termasuk penguatan infrastruktur data center serta pengembangan ekosistem interkoneksi. Digital Realty Bersama berharap kepemimpinannya dapat mendukung posisi Indonesia sebagai salah satu pusat konektivitas digital di kawasan.
Managing Director dan Head of Digital Realty Asia Pacific sekaligus President Commissioner Digital Realty Bersama, Serene Nah, mengatakan pengalaman Raymond dalam mengembangkan bisnis dan meningkatkan profitabilitas menjadi salah satu pertimbangan penunjukannya.
Raymond memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri telekomunikasi dan infrastruktur digital. Sebelum bergabung dengan DRB, ia menjabat sebagai President Director PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. Dalam posisi tersebut, ia menangani sejumlah aspek, termasuk strategi, pengelolaan bisnis, integrasi, dan transformasi.
Pengalamannya juga mencakup pengelolaan belanja modal dalam skala besar serta ekspansi jaringan terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Digital Realty Bersama merupakan perusahaan patungan yang menggabungkan keahlian global Digital Realty dengan pemahaman pasar lokal dan kemampuan interkoneksi Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA). Platform tersebut berkantor pusat di Singapura dan didukung Provident Capital Partners, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, serta konsorsium yang dipimpin Macquarie Asset Management.
Founding Partner Provident Group sekaligus Vice President Commissioner Digital Realty Bersama, Hardi Wijaya Liong, mengatakan Raymond akan berfokus pada pengembangan infrastruktur high-density dan perluasan konektivitas. Penguatan tersebut diarahkan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan high-performance computing.
Raymond mengatakan industri pusat data kini berada dalam periode pertumbuhan yang dinamis. Ia berkomitmen bekerja bersama tim, regulator, pelanggan, dan mitra untuk menjaga infrastruktur tetap tangguh serta adaptif.
Lulusan Teknik Elektro Universitas Trisakti dan Executive MBA National University of Singapore itu menilai pusat data memiliki peran penting dalam menopang ekonomi digital, sehingga pengembangan infrastruktur dan konektivitas Indonesia perlu terus diperkuat.

