IHSG Berpotensi Bergerak Variatif Dibayangi Aksi Profit Taking - OkeWarta.com

IHSG Berpotensi Bergerak Variatif Dibayangi Aksi Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan Jumat (4/9), seiring potensi aksi ambil untung investor menjelang akhir pekan. Ketidakpastian pasar global juga menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan indeks.

Pada Jumat pagi, IHSG sempat dibuka menguat sebelum berbalik melemah. Hingga pukul 10.00 WIB, indeks turun 20,44 poin atau 0,31 persen ke level 6.647,45. Indeks LQ45 juga terkoreksi 2,75 poin atau 0,41 persen menjadi 660,02.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki peluang menguji area 6.705-6.760. Namun, investor perlu mencermati kemungkinan aksi profit taking karena perdagangan memasuki penghujung pekan dan kondisi global masih penuh ketidakpastian.

Dari pasar internasional, sentimen positif datang dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) serta penguatan saham perusahaan perangkat lunak. Di sektor teknologi, Nvidia juga mengonfirmasi kesepakatan untuk mengakuisisi platform kecerdasan artifisial Hugging Face dengan nilai hampir 13 miliar dolar AS.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada publikasi data nonfarm payrolls (NFP) AS untuk Agustus 2026. Pasar memperkirakan terjadi penambahan 58.000 pekerjaan, membaik dibandingkan kontraksi 23.000 pekerjaan pada Juli. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,1 persen.

Data ketenagakerjaan tersebut menjadi penting karena pasar sedang memperhitungkan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve pada September. Menurut Ratna, jika pasar tenaga kerja tetap kuat dan harga minyak bertahan tinggi, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 16 September dapat semakin besar.

Di pasar komoditas, harga minyak ditutup relatif stabil di atas 90 dolar AS per barel pada Kamis (3/9). Pergerakan harga terjadi ketika ketegangan geopolitik di kawasan Teluk masih berlangsung.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 4,772 persen. Penurunan tersebut terjadi setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan kecenderungannya untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September.

Pasar minyak juga menunggu pertemuan OPEC+ pada Minggu (6/9) untuk membahas tingkat produksi Oktober. Sebelumnya, aliansi tersebut telah menaikkan kuota produksi sebesar 188 ribu barel per hari mulai September.

Dari domestik, rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2027 turut menjadi perhatian. Menteri Keuangan Purbaya menyebut anggaran yang sebelumnya dipatok Rp240 triliun berpotensi ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan terbuka terhadap efisiensi tersebut dan akan menghitung kembali kebutuhan anggaran 2027 berdasarkan pembaruan data penerima manfaat serta pelaksanaan program.

Di pasar global, bursa Eropa dan Wall Street ditutup menguat pada Kamis. FTSE 100 naik 0,70 persen, DAX 0,63 persen, CAC 40 0,07 persen, dan Euro Stoxx 0,27 persen. Wall Street juga menguat dengan Dow Jones naik 1,18 persen, S&P 500 1,06 persen, dan Nasdaq Composite 1,40 persen.

Bursa Asia pada Jumat pagi turut menunjukkan tren positif. Nikkei naik 1,03 persen, Shanghai 0,56 persen, Hang Seng 2,19 persen, Kospi 1,47 persen, dan Strait Times 0,95 persen.

More From Author

Milei Tegaskan Perjuangan Argentina Atas Kedaulatan Malvinas - OkeWarta.com

Milei Tegaskan Perjuangan Argentina Atas Kedaulatan Malvinas

Industri Apel Weining Dongkrak Pendapatan Warga Pedesaan - OkeWarta.com

Industri Apel Weining Dongkrak Pendapatan Warga Pedesaan