Para pemimpin negara G7 sepakat mengoordinasikan pelepasan sekitar 100 juta barel minyak dan bahan bakar dari cadangan darurat untuk membantu meredakan tekanan di pasar energi global. Kebijakan tersebut akan berlangsung selama empat bulan dan dikoordinasikan bersama Badan Energi Internasional (IEA).
Langkah tersebut diambil ketika pasokan bahan bakar, khususnya solar, menghadapi tekanan akibat gangguan distribusi energi dan tingginya volatilitas harga. Dalam tahap awal, pelepasan solar akan dipercepat dengan pasokan dalam jumlah besar ditargetkan keluar dalam 20 hari pertama. G7 juga membuka kemungkinan menambah pasokan apabila kondisi pasar masih membutuhkan intervensi.
IEA sebelumnya menyebut tekanan terhadap pasar energi masih tinggi, terutama pada produk olahan seperti diesel. Hingga awal Oktober, sekitar 325 juta barel dari pelepasan darurat 400 juta barel yang disepakati anggota IEA pada Maret telah tersalurkan ke pasar.
Selain melepas cadangan, negara-negara G7 sepakat mengoordinasikan jadwal pemeliharaan kilang untuk menghindari penghentian kapasitas secara bersamaan. Negara anggota juga didorong meningkatkan sementara tingkat utilisasi kilang apabila kondisi memungkinkan.
Dalam pernyataan bersama, G7 menegaskan komitmen untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi dan produk energi di antara negara anggotanya. Kelompok tersebut juga menyerukan produsen energi agar menghindari kebijakan yang berpotensi memperburuk tekanan pasar.
G7 turut menyerukan pemulihan penuh hak navigasi di Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global. IEA menilai gangguan di kawasan tersebut masih memberikan tekanan besar terhadap pasokan, sementara arus produk olahan tetap lebih terbatas dibandingkan minyak mentah.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyambut keputusan tersebut. Ia mengatakan para pemimpin Uni Eropa akan membahas dampak kenaikan harga energi terhadap masyarakat, pelaku usaha, dan industri dalam pertemuan Dewan Eropa pada 15โ16 Oktober.
Costa juga menilai kondisi saat ini memperkuat kebutuhan Eropa untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mempercepat pengembangan sumber energi domestik.

