Skip to main content

OkeWarta

Blog Post

OkeWarta > Internasional > Iran Minta Qatar Izinkan Investigasi Penangkapan Tiga Pilot
Iran Minta Qatar Izinkan Investigasi Penangkapan Tiga Pilot - OkeWarta.com

Iran Minta Qatar Izinkan Investigasi Penangkapan Tiga Pilot

Iran meminta Qatar membuka akses bagi tim pencari fakta dari Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Iran untuk menyelidiki dugaan penangkapan tiga pilot Iran. Permintaan itu muncul setelah pemerintah Qatar membantah tudingan bahwa pasukannya menahan para pilot tersebut pada Maret lalu.

Komandan Komite Pencarian Orang Hilang Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Bagherzadeh, menyampaikan permintaan tersebut pada Minggu (16/8). Ia menilai penyelesaian persoalan seharusnya dilakukan melalui pemeriksaan langsung di Qatar, bukan sekadar saling membantah melalui pernyataan publik.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari membantah klaim Bagherzadeh mengenai penahanan tiga pilot Iran. Bantahan itu disampaikan melalui media sosial pada Sabtu (15/8).

Bagherzadeh kemudian mengatakan tim yang beranggotakan ahli dari AU Iran telah menunggu selama beberapa bulan untuk memperoleh izin masuk ke Qatar. Menurut dia, proses tersebut terkendala penundaan dan pembatasan dari otoritas Qatar.

Ia meminta Doha memberikan izin kepada tim Iran untuk melakukan pemeriksaan di lapangan agar fakta mengenai keberadaan para pilot dapat segera dipastikan. Iran menyebut akses tersebut penting untuk membantu proses pemulangan pilot yang hingga kini belum terselesaikan.

Dalam keterangannya sebelumnya, Bagherzadeh menuduh pasukan Qatar menangkap tiga pilot Iran setelah pesawat mereka ditembak jatuh ketika kembali dari misi militer terhadap pangkalan Amerika Serikat di Qatar. Ia juga menyebut seorang pilot lainnya meninggal dalam insiden tersebut.

Pilot yang tewas bernama Majid Kazemi. Jenazahnya telah dipulangkan ke Iran dan dimakamkan di Shiraz pada akhir Juli.

Persoalan tersebut berkaitan dengan eskalasi konflik yang terjadi sejak 28 Februari. Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, sementara Teheran kemudian membalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap Israel serta fasilitas dan aset AS di kawasan Timur Tengah.