Petinju kelas menengah super asal Amerika Serikat, Diego Pacheco, mulai mengarahkan kariernya ke pertarungan papan atas dengan membidik sabuk juara dunia WBA milik Jaime Munguia. Pacheco menilai dirinya sudah siap menghadapi persaingan paling berat di kelas 168 pon setelah melewati fase awal pengembangan karier.
Keyakinan itu muncul setelah Pacheco mempertahankan rekor sempurnanya melalui kemenangan KO ronde ke-11 atas Immanuwel Aleem pada Juli 2026. Hasil tersebut membuat catatannya menjadi 26 kemenangan dari 26 pertandingan, termasuk 19 kemenangan lewat KO.
Pacheco kemudian menyatakan keinginannya menghadapi Munguia, yang saat ini memegang gelar WBA kelas menengah super. Dalam peringkat WBA 2026, Pacheco juga tercatat sebagai salah satu penantang utama di divisi tersebut.
Meski demikian, promotor Eddie Hearn disebut masih mempertimbangkan opsi pertarungan lain. Nama Armando Resendiz dan Bruno Surace muncul sebagai calon lawan yang dinilai dapat memberikan pengalaman tambahan sebelum Pacheco mendapat kesempatan perebutan gelar dunia.
Pacheco mengaku tetap menghormati proses tersebut. Namun, petinju berusia 25 tahun itu merasa sudah waktunya meningkatkan level lawan dan membangun warisan di ring. Kehadiran pelatih baru Buddy McGirt juga menjadi salah satu faktor yang membuatnya semakin percaya diri menghadapi para pemegang gelar dan penantang elite.
Jika diberi kesempatan memilih, Pacheco menginginkan Munguia karena menganggap petinju Meksiko tersebut sebagai salah satu nama terbesar yang tersedia. Munguia merebut gelar WBA setelah mengalahkan Jose Armando Resendiz pada Mei 2026.
Pacheco juga melihat pertarungan melawan Munguia sebagai jalur potensial menuju duel yang lebih besar dengan Saul “Canelo” Alvarez. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, ia harus melewati persaingan ketat yang juga dihuni sejumlah nama besar seperti Caleb Plant, Jermall Charlo, Edgar Berlanga, dan Demetrius Andrade.
Dengan rekor tanpa kekalahan dan 19 kemenangan KO, Pacheco kini ingin membuktikan kemampuannya menghadapi lawan terbaik. Ia menegaskan fase belajar dalam kariernya telah berakhir dan fokus berikutnya adalah mengejar nama-nama besar serta gelar dunia.


