Isu Palestina menjadi salah satu perhatian utama dalam debat umum Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Perkembangan tersebut berlangsung setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak dapat hadir secara langsung akibat keputusan Amerika Serikat menolak pemberian visa kepadanya.
Juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan upaya membatasi kehadiran delegasi Palestina tidak menghilangkan isu Palestina dari agenda pembahasan internasional. Pernyataan tersebut disampaikan ketika rangkaian debat umum Majelis Umum PBB berlangsung pada 22โ26 September dan dilanjutkan 28 September 2026.
Menurut Abu Rudeineh, sejumlah delegasi Arab, negara-negara Islam, dan negara lainnya kembali menyampaikan dukungan terhadap hak rakyat Palestina dalam berbagai pidato di forum PBB.
PBB sebelumnya mengambil langkah untuk memastikan Palestina tetap dapat berpartisipasi dalam debat tingkat tinggi. Pada 17 September, Majelis Umum mengadopsi resolusi dengan 152 suara mendukung, tiga menolak, dan empat abstain. Resolusi tersebut memungkinkan Presiden Palestina menyampaikan pernyataan yang telah direkam sebelumnya melalui sidang Majelis Umum.
Keputusan itu diambil setelah Amerika Serikat kembali tidak memberikan visa kepada Mahmoud Abbas untuk menghadiri sidang secara langsung di New York. Reuters melaporkan keputusan tersebut merupakan tahun kedua berturut-turut Abbas tidak memperoleh visa untuk menghadiri forum tahunan PBB secara langsung.
Dalam perkembangan terbaru, isu Palestina juga menjadi bagian penting dari pembahasan para pemimpin dunia. Sekretaris Jenderal PBB Antรณnio Guterres dalam pembukaan debat umum pada 22 September menyoroti kondisi di Wilayah Pendudukan Palestina dan menyerukan penghentian pertempuran serta peningkatan akses bantuan kemanusiaan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengangkat persoalan Gaza dan posisi Palestina dalam pidatonya di Majelis Umum. Ia menyatakan dukungan terhadap Mahmoud Abbas serta menyerukan perhatian internasional terhadap situasi Palestina.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka pada 8 September 2026. Adapun rangkaian pekan tingkat tinggi berlangsung hingga 28 September dengan berbagai agenda mengenai perdamaian, keamanan, pembangunan, dan persoalan internasional lainnya.
Dengan tetap terwakilinya Palestina melalui mekanisme partisipasi virtual dan terus munculnya isu Palestina dalam pidato berbagai delegasi, persoalan tersebut menjadi salah satu topik yang menonjol selama rangkaian debat umum tahun ini.



