Militer Yordania menyatakan berhasil mencegat empat rudal Iran setelah sistem pertahanan udara mendeteksi serangan yang mengarah ke wilayah negara tersebut pada Rabu (23/7/2026). Insiden itu terjadi setelah ledakan terdengar di Kota Aqaba dan sirene peringatan dibunyikan di sejumlah wilayah.
Menurut keterangan sumber militer kepada kantor berita nasional Petra, sistem pertahanan udara Yordania mendeteksi enam rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Yordania.
Setelah memasuki wilayah udara negara tersebut, empat rudal berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara. Sementara dua rudal lainnya jatuh di kawasan terpencil yang tidak berpenghuni.
Militer Yordania memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan properti. Otoritas juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap wilayah udara terus dilakukan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan ancaman lanjutan.
Meski demikian, pihak Petra tidak mengungkap secara rinci lokasi jatuhnya rudal maupun titik intersepsi yang dilakukan sistem pertahanan udara.
Sebelumnya, sejumlah media di Yordania melaporkan ledakan terdengar di Kota Aqaba setelah sirene peringatan diaktifkan untuk mengingatkan masyarakat mengenai potensi serangan rudal dari Iran.
Dampak situasi keamanan tersebut juga dirasakan sektor penerbangan di kawasan. Media Israel Ynet melaporkan sebuah pesawat milik Arkia yang terbang dari Tel Aviv menuju Eilat terpaksa mengubah jalur penerbangannya setelah ledakan terdengar dari arah Yordania.
Selain itu, sebuah penerbangan dari Abu Dhabi menuju Tel Aviv dilaporkan sempat mengalami penundaan ketika masih berada di udara sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi keamanan di kawasan.
Insiden ini menambah ketegangan di Timur Tengah yang dalam beberapa pekan terakhir diwarnai meningkatnya serangan rudal dan drone di sejumlah negara kawasan.


