Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menegaskan komitmen pemerintah China untuk memperkuat kerja sama pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting dalam mendukung hubungan bilateral yang terus berkembang di berbagai sektor.
Dalam wawancara khusus, Wang mengatakan minat masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk mempelajari bahasa Mandarin terus mengalami peningkatan. Karena itu, pemerintah China berupaya memperluas kerja sama pendidikan melalui berbagai program pengembangan bahasa dan pertukaran budaya.
Menurut Wang, kerja sama pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan China. Pendidikan bahasa dinilai mampu mendukung peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, hingga pertukaran masyarakat kedua negara.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah China telah mendirikan 10 cabang Confucius Institute di berbagai wilayah Indonesia. Lembaga tersebut menyediakan layanan pembelajaran bahasa Mandarin, ujian kompetensi bahasa, hingga berbagai kegiatan kebudayaan yang dapat diikuti masyarakat.
Selain itu, sejumlah perguruan tinggi di China juga rutin mengirimkan relawan dan tenaga pengajar bahasa Mandarin untuk mendukung proses pembelajaran di Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama pendidikan antara kedua negara.
Wang menambahkan pemerintah China juga menyediakan Chinese Government Scholarship (CGS) bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di China, termasuk pada program studi bahasa Mandarin.
Saat ini, terdapat lebih dari 17.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di China dengan beragam bidang studi, termasuk bahasa Mandarin.
Untuk mendukung kebutuhan dunia kerja, pemerintah China juga mengembangkan model pembelajaran “bahasa Mandarin plus kemahiran vokasional”. Konsep tersebut bertujuan mencetak tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kemampuan bahasa, tetapi juga keahlian teknis sesuai kebutuhan industri.
Di sisi lain, Wang mendorong institusi pendidikan dan dunia usaha di Indonesia memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dalam mengembangkan metode pembelajaran bahasa Mandarin. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan kualitas materi pembelajaran sekaligus memperluas akses pendidikan bahasa di Indonesia.


